Prof. Dr. Abdul Malik Fadjar lahir di Yogyakarta, 22
Februari 1939. Dia adalah seorang politikus Indonesia yang religius.
Memiliki kegemaran membaca dan menimba ilmu itulah pedoman hidup yang terapkan sejak kecil. Abdul Malik Fadjar dikenal sebagai Menteri Pendidikan
Nasional Kabinet Gotong Royong pada masa kepemimpinan Megawati Soekarnoputri
(2001-2004). Pada tanggal 19 Januari 2015, dia ditunjuk oleh Presiden Joko
Widodo untuk menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Dia terkenal
sebagai tokoh Muhammadiyah yang menjadi perokok berat.
Ada cerita lucu tentang Malik Fadjar mengenai kebiasaannya
sebagai seorang perokok. Memang selama ini Muhammadiyah dan NU dikenal memiliki
pandangan yang berbeda mengenai rokok. Pada tahun 2010 Majlis Tarjih dan
Tajdid PP Muhammadiyah mengeluarkan sebuah keputusan bahwa merokok itu hukumnya
haram, sedangkan NU cenderung masih memperbolehkan rokok.
Nah, kisah perihal rokok yang menjadi perbedaan
Muhammadiyah dengan NU ini melahirkan kisah-kisah lucu. Salah satunya kisah
dari seorang pejabat Muhammadiyah yang terkenal sebagai perokok berat yaitu
Malik Fadjar.
Pada suatu hari Malik
Fadjar, terlihat asyik sedang merokok di suatu tempat yaitu di sudut bandara. Dengan
waktu yang bersamaan, dikisahkan oleh Moeslim Abdurrahman, Kiai Hasyim Muzari secara
tidak langsung langsung melihat Malik Fadjar (koleganya).
Kiai Hasyim Muzaki kemudian menegur,
"Loh, sampean Muhammadiyah kok merokok?"
Tidak kehabisan akal Malik Fadjar
langsung memberikan jawaban, "Oiya, aku sedang pindah NU (Nahdlatul
Ulama)."
Kiai Hasyim Muzaki agak tercengang
mendengar jawaban itu, "Loh, nanti kalau rokoknya sudah habis?"
"Ya, pindah Muhammadiyah
lagi," ucap Malik Fadjar.
Kiai Hasyim Muzak pun terkekeh bersama dengan Malik Fadjar.
Sumber :

Komentar
Posting Komentar